Bulu Perindu Aura

Senin, 24 Oktober 2011

Kecebur Sumur, Seorang Karyawati Selamat

Kecebur Sumur, Seorang Karyawati Selamat

Yustri Wahyuningsih (26) tercebur dan sempat terjebak di dalam sebuah sumur sedalam 8 meter selama sekitar setengah jam. Peristiwa itu terjadi di rumah kos korban di Jalan Durian Dalam Utara Gang 2 No 1 RT 01 RW 01 Banyumanik, Minggu (23/10) sekitar pukul 12.00.


Warga setempat geger dan sempat mengira korban tewas. Informasi yang dihimpun kejadian bermula ketika korban sedang menjemur pakaian di lingkungan kamar kosnya. Di tempat itu terdapat sebuah sumur yang sudah tak terpakai, yang posisinya rata dengan tanah atau tidak ada pengaman bibir sumurnya. Sumur itu hanya ditutupi dengan asbes.

Perempuan yang bekerja sebagai karyawati perumahan PT Graha Estetika ini diduga kurang hati-hati. Ia menginjak asbes yang menutupi sumur tersebut. Asbes yang rapuh itu pun ambrol dan korban tercebur seketika itu juga kecebur ke dalam sumur. "Saat sedang santai, saya tiba-tiba mendengar suara seperti tembok runtuh.

Saya sempat mencari asal suara itu beberapa waktu. Belakangan, saya tahu kalau ada seorang anak kos tercebur," ujar pemilik kos, Sapto (39]. Selain bunyi mirip tembok runtuh, menurut Sapto, diketahuinya ada anak kos tercebur sumur setelah dia mendengar teriakan meminta tolong dari korban. Sang bapak kos itu lalu meminta tolong kepada warga sekitar.

Sementara korban terlihat masih dalam kondisi terapung tubuhnya di air setinggi 0,5 meter. Warga yang melihat kejadian itu sempat panik dan mengira korban telah tewas. Setelah dipastikan korban masih hidup, sejumlah warga dengan cepat mencan tangga dan tali untuk menyelamatkan korban. Selanjutnya, korban dapat naik dengan sendirinya tanpa dibantu oleh warga yang turun ke dalam sumur.

 Korban menderita luka lecet di kaki dan memar pada bagian kepala. Hingga kemarin petang, korban masih syok dan dirawat di ruang ICU RSUD Banyumanik. “Posisi penutup sumur memang rata dengan tanah. Sementara cor yang menutupi bibir sumur itu mungkin rapuh sehingga tak kuat menahan beban,” kata Sapto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar